Repository UNISA Yogyakarta

Repository UNISA Yogyakarta

Akses skripsi, tugas akhir, buku, dan karya ilmiah lainnya

PEBEDAAN PENGARUH ISCHEMIC COMPRESSION TECHNIQUE DAN SELF MYOFASCIAL RELEASE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA MYOFASCIAL TRIGGER POINT SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS

Reswari, Ardana (2019) PEBEDAAN PENGARUH ISCHEMIC COMPRESSION TECHNIQUE DAN SELF MYOFASCIAL RELEASE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA MYOFASCIAL TRIGGER POINT SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS. Skripsi thesis, Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta.

[img] Text
NASKAH PUBLIKASI PDF.pdf

Download (954kB)

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas penggunaan komputer/laptop yang tinggi di kalangan mahasiswa dengan durasi lebih dari 2-3 jam perhari dengan posisi statis serta ergonomi yang buruk jika dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan perlengkapan pada Myofascial otot Upper Trapezius, yang dikenal dengan Myofascial Trigger Point Syndrome (MTPS). Hal ini dapat menyebabkan iskemik lokal dan terjadinya hipoksia jaringan di area taut band yang juga disebabkan oleh menumpuknya sisa metabolisme (akumulasi asam laktat) sehingga menimbulkan nyeri. Nyeri yang berkepanjangan dan tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan penurunan fungsional. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada perbedaan diantara Ischemic Compression Technique dan Self Myofascial release dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada Myofascial Trigger Point Syndrome otot Upper Trapezius. Metode: Penelitian ini menggunakan eksperimental dengan pre and post test two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Teknologi Informasi Universitas Jendral Achmad Yani Yogyakarta, total responden sebanyak 22 orang, dengan rincian kelompok 1 terdiri dari 11 orang diberikan perlakuan Self Myofascial Release (SMR) selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan dengan Neck Disability Index (NDI),hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan paired sample t-test pada kelompok I p=0,000 dan kelompok II p=0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh pemberian ICT dan SMR terhadap MTPS otot Upper Trapezius. Hasil uji Independent Sample t-test pada kedua kelompok sesudah perlakuan menunjukkan hasil p=0,000 (p<0,05) yang berarti ada dua perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan: ada perbedaan ICT dan SMR dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada MTPS otot Upper Trapezius. Saran: Bagi peneliti selanjutnya untuk mengontrol posisi ergonomi sampel saat penelitian berlangsung.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Penguji 1 : Dika Rizki Imania Penguji 2 : Fitri Yani
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > Study Program of Physiotherapy
Depositing User: Khairun Nisak
Date Deposited: 15 Mar 2019 03:34
Last Modified: 15 Mar 2019 03:34
URI: http://digilib.unisayogya.ac.id/id/eprint/4636

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year

Latest Journal Articles

Artikel terbaru dari E-Journal UNISA Yogyakarta

Latest Content

Laporan Evaluasi Survei Kepuasan Layanan Peprustakaan UNISA Yogyakarta TA.2023/2024other
CreatorsEmail
Perpustakaan, UnisaUNSPECIFIED
2024
Hasil survei menunjukkan bahwa secara keseluruhan pemustaka puas dengan layanan perpustakaan. Terbukti dengan perolehan nilai sebesar 3,28. Apabila di...
Lihat Detail
Laporan Evaluasi Survei Kepuasan Layanan Perpustakaan UNISA Yogyakarta TA.2024/2025other
CreatorsEmail
Perpustakaan, UnisaUNSPECIFIED
2025
Hasil evaluasi kepuasan mahasiswa terhadap layanan Perpustakaan UNISA Yogyakarta TA.2024/2025 diketahui bahwa skor rata-rata kepuasan sebesar 3,20 dan...
Lihat Detail

Latest News Library

Update terbaru dari Perpustakaan UNISA Yogyakarta

Database & External Resources

Akses cepat ke database nasional dan internasional

0

Total Publikasi

0

Total Author